• Oct : 18 : 2017 - 3 Jurus Optimis Anak SMK Bisa!
  • Nov : 26 : 2015 - Menguasai Pertolongan Pertama Gawat Darurat lewat E-learning
  • Jul : 30 : 2015 - Blended Learning
  • Jul : 15 : 2015 - Sekilas Peran Teknologi Informasi di Pekan Lebaran
  • Jul : 7 : 2015 - Berbuka Bersama via Videoconference

Pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang sering disebut adalah proses pembelajaran yang mengutamakan kemandirian. Trainer dapat menyampaikan materi ajar kepada trainee tanpa harus bertatap muka langsung di dalam satu ruangan yang sama. Pembelajaran semacam ini dapat dilakukan dalam waktu yang sama maupun tidak dengan memanfaatkan berbagai macam perangkat teknologi. Meskipun teknologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran jarak jauh, namun program pendidikan harus difokuskan pada kebutuhan instruksional trainee daripada teknologi itu sendiri.

the-mobile-video-revolution-the-surprising-extent-to-which-phones-and-tablets-have-transformed-digital-video

Selain itu, aspek-aspek lain dari pembawaan masing-masing trainee juga perlu diperhatikan seperti umur, budaya, latar belakang, sosial ekonomi, minat, pengalaman, level pendidikan. Para trainer setidaknya harus memiliki faktor-faktor seperti empati, percaya diri pendidik, pengalaman, kreatif menggunakan peralatan, dan interaksi yang baik dengan trainee. Trainee harus mempertahankan faktor-faktor tersebut, agar berhasil dalam sistem pembelajaran jarak jauh.

Di sisi pembangunan sistem, ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh. 5 Hal penting itu adalah:

  1. Desain dan pengembangan sistem. Proses pengembangan instruksional untuk pembelajaran jarak jauh terdiri dari tahap perancangan, pengembangan, evaluasi dan revisi. Dalam mendesain instruksi pembelajaran jarak jauh yang efektif, yang harus diperhatikan tidak hanya tujuan, kebutuhan dan karakteristik trainer dan trainee saja, tetapi juga hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dari trainer, desainer konten dan trainee selama proses berjalan.
  1. Interactivity. Keberhasilan sistem pembelajaran jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya interaksi yang baik antara trainer dan trainee, peserta didik dengan lingkungan pendidikannya, serta dengan sesama trainee.
  1. Active Learning. Bersikap aktif dalam pembelajaran jarak jauh mempengaruhi cara bagaimana para trainee berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.
  1. Visual imagery. Pembelajaran melalui televisi misalnya, dapat memotivasi dan merangsang keinginan dalam proses pembelajaran. Namun jangan sampai terjadi distorsi karena adanya hiburan. Harus ada penyeleksian antara informasi yang tidak berguna dengan yang berkualitas, menentukan mana yang layak dan tidak, mengidentifikasi penyimpangan, membedakan fakta dari yang bukan fakta dan mengerti bagaimana teknologi dapat memberikan informasi yang berkualitas.
  1. Komunikasi yang efektif. Desain instruksional yang dimulai dari harapan user. Lebih mengenal user sebagai individual yang mempunyai pandangan yang berbeda dengan perancang sistem. Dengan memahami keinginan user, maka dapat dibangun suatu komunikasi yang efektif.

Kelima hal tersebut akan terasa pengaruhnya ketika sistem pembelajaran jarak jauh telah dijalankan. Oleh karena itu, setiap institusi yang akan menerapkan sistem ini, sudah mulai menyiapkan sumber dayanya untuk memahami faktor-faktor pembelajaran jarak jauh tersebut, disamping mempersiapkan infrastruktur yang mendukung.

 

 

Sumber: http://e-learning-teknologi.blogspot.com/2012/12/prinsip-pembelajaran-jarak-jauh.html

Leave a Reply


             Connect with us :                Facebook   |   Twitter   |   YouTube Site Map   |   Career   |  Contact Us